Jakarta Bumi Mewah Ilmu
Posted on 05. Mar, 2008 by Fauzul Na'im Ishak in Makan Karya
Islamic Book Fair Jakarta tidak pernah tidak, mengagumkan minda ilmu saya. Mengapa? terhampar satu pemandangan indah dunia ilmu yang menyebabkan minda pemikir segar dengan ruang pandang baru ilmu. Setiap tahun saya tidak pernah terlepas mengikuti jelajah ilmu di Islamic Book Fair Jakarta. Peluang memandang, menelaah, meredah lautan ilmu para karyawan yang penuh konsep dan makna.
Pada kali ini saya pergi bersama rombongan yang besar. Tidak seperti sebelum ini jika pergi hanya berempat ataupun berlima sahaja. Namun begitu kali ini seramai 14 orang turut serta bagi bersama menelusuri kerancakan pengembangan ilmu di sini. Antara yang turut serta adalah Puan Ainon Mohd. Pengerusi Kumpulan PTS, Profesor Emeritus Dr. Abdullah Hasan Penasihat Akademi PTS, En. Khair Ngadiron CEO Institut Terjemahan Negara Malaysia Berhad, En. Razin Pegawai Kewangan ITNMB, En. Khalek Peguam ITNMB, En. Abdul Halim Pengarah Majlis Buku Kebangsaan MalaysiaEn. Arief Hakim Presiden Kumpulan PTS, En. Ishak Hamzah Pengarah Urusan E-Media Publication Sdn Bhd, En. Halim Pekan Pengarah Urusan Pekan Ilmu Sdn Bhd, Profesor Dr. Rahman Shaari Profesor di Universiti Malaya dan beberapa staff PTS.
Boleh dikatakan semuanya orang-orang besar dunia penerbitan buku. Saya pun tidak tahu bagaimana rombongan jadi seramai ini, ia bermula dengan penyataan hasrat untuk ke sana kepada beberapa rakan penerbit. Saya seperti selalu ke Jakarta untuk berurusan dengan penerbit-penerbit buku di sana, berbincang soal pelesenan hak cipta, pertemuan dua hala dan sebagainya. Selalunya saya membawa beberapa orang staff Kumpulan PTS terpilih bagi menyertai saya sambil membuka minda mereka mengenai dunia buku Indonesia. Tup! tup! seorang demi seorang menyatakan untuk turut serta hingga akhirnya menjadi ramai. Walaubagaimanapun kemeriahan cukup terasa dan bagi saya ini adalah perjalanan ke Jakarta yang paling menyeronokkan.
Kemewahan dunia ilmu di Jakarta pastinya mengagumkan individu pemikir yang melihat. Buku-buku penuh konsep mewarnai dunia ilmu yang menjana minda masyarakatnya. Daripada persoalan remeh temeh hinggalah terdalam menjadi bumbu menarik buku-buku mereka. Garapan segar dengan pakej persembahan praktikal menjadi santapan menyelerakan sesiapa membaca.
Saya amat sarankan sesiapa yang ingin terjun dan sudah terjun ke dunia penulisan hadir ke sana bagi membuka minda. Seribu satu idea dan konsep baru boleh diperoleh. Sepertimana kata salah seorang staff saya yang turut hadir
Abang Fauzul (Panggilan semua staff PTS kepada saya), buku begini pun mereka boleh buat ya? Hebat, kita tidak pernah terfikir hendak membuat buku sebegini.
Di bawah ini saya kongsikan sedikit tulisan rakan baik penerbit saya di Indonesia yang juga pengarang beberapa buku bestseller di sana, Bambang Trimansyah. Bambang Trimansyah adalah pengarah urusan untuk Penerbit Salamadani dan Penerbit MQS, juga konsultan buat Cicero Publishing. Tulisan ini saya peroleh daripada mailing list saya. (Pohon ijin ya pak)
Catatan Pak Bambang di Islamic Book Fair Jakarta 2008
Berkeliling Sabtu-Ahad di arena IBF, sungguh memberi impresi tersendiri. Silaturahmi dengan teman-teman pekerja perbukuan, silaturahmi dengan sesama penulis dan editor, dan yang dahsyat silaturahmi dengan gagasan-gagasan baru luar biasa penerbit buku Islam.
Buku Islam tidak terpengaruh dengan Permendiknas–yang membuat ketar-ketir penerbit buku pelajaran. Buku Islam tidak terlalu khawatir dengan pendeknya jalur distribusi dan terbatasnya space toko buku. Bahkan, terkadang negatifnya buku Islam tidak peduli dengan hak cipta, tidak peduli dengan editing, dan tidak peduli dengan kemasan. Namun, kondisi negatif dalam satu tahun terakhir ini berangsur-angsur membaik.
Ini seperti sebuah berkah lain untuk negeri bernama Indonesia. Serombongan teman-teman dari Malaysia yang dimotori sahabat saya, Fauzul Na’im (dari PTS) datang, bahkan turut serta juga Ibu Ainoon, seorang penulis selebriti self-improvement di Malaysia. Mereka tertarik oleh magnet buku Islam Indonesia yang konon luar biasa hebat perkembangannya. Mimpi mereka bisa membawa pulang right karya-karya hebat anak bangsa, sembari buku-buku mereka pun bisa berterima di publik pembaca Indonesia.
Di sudut kecil Kenanga 6, berbarengan dengan stand gabungan IKAPI, sebuah penerbit baru menarik perhatian. Cicero Publishing tampil perdana dengan satu Quran (desainnya fungky sekali)dengan diferensiasi highlight ayat-ayat doa. Kemudian, ada empat buku lagi dengan desain mengikat mata dan judul-judul yang mengundang rasa ingin tahu.
Di beberapa tempat tampak penerbit yang tahun lalu belum ada dalam jagat perbukuan Indonesia, tampil tiba-tiba dengan sejumlah judul yang powerful. Di depan dan bagian dalam istora, masih ditempati penerbit-penerbit papan atas ataupun rising star dengan semangat yang tidak kalah dari penerbit-penerbit baru. Ada Mizan, Pena, Republika, GIP, dan banyak lagi.
Di beberapa titik ada penerbit-penerbit spesialis buku murah yang entah kapan masih bertahan dengan buku-buku mereka, seperti Irsyad Baitus Salam dan Jabal. Mereka obral buku dengan bandrol yang sanga masuk harga psikologis pembaca Indonesia: 10.000 dan 20.000. Lalu, apa buku yang menjadi bintang di IBF tahun ini?
Bintang buku-buku Islam masih merata jika tidak ingin menyebutkan “Ayat-Ayat Cinta” masih digjaya. Buku-buku tentang keajaiban segala shalat masih laku. Buku-buku yang mengharu biru hati wanita seperti Khadijah dan Aisyah juga tetap menjadi primadona. Buku-buku anak Islam juga bergerak cepat. Buku-buku karya ulama, ustad, dan kiai masih juga dicari. Dan tentu Quran adalah buku yang abadi dicari dan diminati yang sekarang tampil dengan segala diferensiasi, termasuk tajwid berwarna.
Saya duduk di coffee shop berbincang sekitar 30 menit dengan Hendra Setiawan, pemilik Jabal. Setelah itu, bergegas ke Ruang Anggrek untuk acara bedah buku. Lantai atas yang dulu agak lengang, kini juga dipadati booth dan pengunjung. Lepas bedah buku “Magnet Muhammad saw” bersama dr. Tauhid Nur Azhar, saya pun bergegas menuju stan MQS. Buku-buku Aa Gym masih juga diminati meskipun masih tampak seorang ibu dengan raut tanpa ekspresi ketika suaminya minta persetujuan membeli buku Aa (he-he-he). Di depan stan Cicero saya bertemu Mas Chris dari DR dan berbincang sebentar tentang fenomena buku akhir-akhir ini. Selepas itu, bergegas makan siang ditemani Arul Khan, seorang penulis pesohor juga dan terhenti sebentar ketika seorang penulis bernama Pak Miswan meminta saya menunggu untuk sekadar menghadiahkan buku karyanya kepada saya. Wah, sungguh dunia yang dinamis dan menyenangkan.
Terbayang pada tahun 1997-2000 dulu ketika saya masih setia ikut menjaga booth di setiap pameran buku dari pukul 7 hingga 10 malam setiap hari. Dari sinilah saya merasa mengikuti gelombang dahsyat perbukuan nasional, menyimak langkah penerbit dari masa ke masa, dan bersilaturahmi dengan banyak orang yang membawa antusias.
Semoga gambaran cerah ini adalah refleksi masa depan bangsa kita yang makin kokoh dengan antusiasme untuk iqra — menghimpun ilmu dari manapun. Terima kasih.
Hasil tulisan :Fauzul Na'im Ishak
Pemilik Blog
fauzulnaim@fauzulnaim.com



yasir maqosid
06. Mar, 2008
Tahniah buat rekan penerbit dari Malaysia yang sudi datang ke Islamic Book Fair 2008 di Jakarta. Perkenalkan saya dari Penerbit Buku “Pustaka Al-Kautsar” untuk menjalin silaturrahmi dengan sahabat penerbit di Malaysia.
Info tentang penerbitan buku di Indon boleh dibaca di penerbitanbuku.wordpress.com
Wasslamualaikum.
Fauzul Na'im Ishak
06. Mar, 2008
Selamat datang sahabat penerbitan dari Indonesia. Pihak kami amat berminat dan sentiasa gembira untuk menjalin hubungan erat dengan para penerbit dari Indonesia. Terima kasih kerana sudi menjengah ke ruangan saya ini. Terima kasih sekali lagi.
yasir maqosid
13. Mar, 2008
Saya menulis buku tentang panduan haji dan ziarah Mekah dan Madinah, jika hendak menerbitkan dan bekerjasama dengan penerbit Malaysia, bagaimanakah caranya. Apakah ada alamat penerbit Malaysia yang bisa saya hubungi untuk menawarkan naskah dan menjalin kerja sama?
Terima kasih atas jawapannya.
Fauzul Na'im Ishak
15. Mar, 2008
Mas Yasir boleh emailkan dahulu kepada pihak kami di fauzuln@pts.com.my. Hardcopynya dikirimkan kepada PTS MILLENNIA SDN BHD, 9-1 & 11-1 Jalan Wangsa Setia 3, Wangsa Melawati 53300 Kuala Lumpur Malaysia. Terima kasih
yasir maqosid
20. Mar, 2008
Terima kasih, saya sudah kirimkan email ke alamat Bapak.